Pimpinan militer Filipina di Mindanao, Kolonel Leopoldo Galon mengatakan, seorang anggota militer pemerintah dan seorang anggota pemberontak tewas dalam aksi baku tembak tersebut. Ini adalah serangan pertama NPA setelah gencatan senjata selama 18 hari dengan pemerintah untuk merayakan hari Natal.
"Terjadi baku tembak selama hampir lima jam dan akhirnya dalam serangan itu musuh menarik mundur pasukannya," ujar Galon seperti diberitakan AFP, Selasa (3/1/2012). Dua orang lainnya terluka dalam serangan itu, termasuk seorang warga sipil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CPP-NPA telah mengobarkan pemberontakan sejak tahun 1969 dan merupakan salah satu pemberontakan komunis terlama di Asia. Pembicaraan damai dengan pihak pemberontak komunis mencapai jalan buntu setelah pada bulan November 2011, Manila menolak permintaan CPP untuk membebaskan 18 gerilyawan yang saat ini dipenjara.
Juru bicara pemberontak Elmo Guevarra, memperingatkan bahwa pasukan pemberontak akan meningkatkan serangannya pada tahun ini demi mencapai kemenangan revolusioner yang besar.
(fiq/nrl)











































