Penangkapan ini dilakukan pada Minggu (1/1) waktu setempat. Salah seorang pendemo pria ditangkap karena mencoba menusuk polisi dengan gunting, namun untungnya hanya melukai tangan polisi tersebut. Sedangkan pendemo lainnya ada yang ditangkap karena melempari mobil polisi yang ada di sekitar lokasi.
"Ada 68 orang yang ditangkap, termasuk seorang pendemo yang melakukan penyerangan," ujar salah seorang juru bicara Kepolisian New York dan dilansir oleh AFP, Senin (2/1/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Minggu (1/1) malam, ratusan pendemo anti-Wall Street memenuhi Zuccotti Park untuk merayakan tahun baru bersama. Namun, perayaan tersebut berubah menjadi bentrokan ketika para pendemo mencoba memindahkan barikade logam yang ditempatkan polisi mengelilingi taman tersebut.
Polisi yang ada di lokasi berusaha menghalangi aksi para pendemo, namun justru bentrokan yang terjadi. Sejumlah pendemo pun menyerang polisi yang ada di lokasi.
Untuk mencegah bentrokan meluas, polisi pun melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat bentrokan.
Sementara itu, situs gerakan anti-Wall Street yang diberi nama Occupy Wall Street (OWS) menyebut penangkapan tersebut disertai kekerasan terhadap para pendemo. Menurut OWS, ada lebih dari 30 orang yang ditangkap.
Demonstran anti-Wall Street mulai berunjuk rasa di Zuccotti Park, New York, sejak 17 September lalu. Mereka meneriakkan pesan antikapitalis yang telah bergema di AS seiring tingginya angka pengangguran di negeri itu. Dalam aksinya, para demonstran anti-Wall Street memprotes kondisi perekonomian AS yang lesu, tingginya angka pengangguran, dan kebijakan-kebijakan dana talangan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan besar sejak 2008 lalu.
Pada bulan-bulan berikutnya, aksi protes ini menyebar ke sejumlah wilayah AS. Para pendemo juga mendirikan kemah dan rumah kayu yang diberi nama 'Occupy'. Namun kemah-kemah dan rumah kayu seperti yang ada di New York, San Fransisco, Los Angeles dan Washington DC dirobohkan polisi. Ratusan pendemo juga ditangkap oleh polisi karena aksi mereka dianggap mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat.
(nvc/nrl)











































