Jonathan menyebut Boko Haram layaknya seperti penyakit kanker yang berada di dalam tubuh manusia. Boko Haram disebut hendak menghancurkan negara yang memiliki penduduk terbesar di Afrika itu.
"Sementara mencari solusi jangka panjang, telah menjadi keharusan bagi kami untuk mengambil beberapa tindakan tegas untuk mengembalikan keadaan normal di negara ini terutama bagi masyarakat yang terkena dampaknya," kata Jonathan dalam siaran televisi nasional seperti dilansir AFP, Minggu (1/1/2012).
"Saya menyatakan keadaan darurat di beberapa wilayah federasi," tambahnya. Wilayah-wilayah yang dinyatakan dalam keadaan darurat yaitu Borno, Yobe, Niger, dan Plateau. Wilayah Borno adalah basis wilayah kelompok Boko Haram.
Jonathan juga memerintahkan untuk menutup wilayah perbatasan sehingga dapat mengendalikan kegiatan lintas-perbatasan teroris.
Sementara itu, Sabtu (31/12) kemarin, 50 warga Nigeria tewas dalam bentrokan dua kelompok masyarakat. Bentrokan diduga dipicu oleh masalah sengketa lahan pertanian.
Juru bicara pemerintah Nigeria, Eni Onyekachi memastikan pertikaian tersebut tidak terkait dengan kelompok pemberontak Boko Haram.
"50 Orang tewas ketika sekelompok orang dari komunitas Ezza menyerang komunitas Ezilo terkait sengketa lahan," kata Onyekachi.
"Perselisihan antara dua kelompok masyarakat yang awalnya terjadi pada tahun 2008 telah diselesaikan hingga muncul kejadian ini," tambahnya.
Onyekachi menyebutkan, Gubernur Ebonyi, Martin Elechi dan kepala kepolisian setempat segera menuju ke tempat bentrokan terjadi. Puluhan polisi antihuru-hara juga dikerahkan untuk memulihkan ketertiban.
Bentrokan kelompok dan etnis terkait masalah lahan sering terjadi di Nigeria antara petani dan peternak. Kepemilikan tanah merupakan isu sensitif oleh warga Nigeria karena nilai-nilai komersial dan tradisional melekat pada lahan tersebut.
(fiq/nrl)











































