Ledakan Bom Mobil Landa Pakistan, Tewaskan 15 Orang

Ledakan Bom Mobil Landa Pakistan, Tewaskan 15 Orang

- detikNews
Sabtu, 31 Des 2011 19:55 WIB
Ledakan Bom Mobil Landa Pakistan, Tewaskan 15 Orang
Quetta - Ledakan bom kembali melanda wilayah Pakistan. Ledakan yang berasal dari sebuah bom mobil ini menewaskan 15 orang.

Ledakan ini terjadi di wilayah Quetta, yang di wilayah Pakistan sebelah barat daya pada Jumat (30/12). Bom mobil ini meledak tepat di depan rumah seorang anak mantan menteri federal bernama Nasser Mengal.

Sekitar 8 jasad berhasil ditemukan pada Jumat, dan hari ini menyusul 7 jasad ditemukan di antara reruntuhan bangunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban tewas sekarang mencapai 15 orang. Tiga jasad berhasil ditemukan di antara reruntuhan hari ini dan sisanya ditemukan semalam," ujar pejabat senior Kepolisian setempat, Nazir Ahmad Kurd, seperti dilansir oleh kantor berita AFP, Sabtu (31/12/2011).

Selain korban tewas, dilaporkan sebanyak 40 orang lainnya mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit setempat. Namun, 10 diantaranya telah diperbolehkan pulang.

Ahmad Kurd menuturkan, pihak penyidik juga berhasil menjinakkan sebuah bom rakitan seberat 8 kg dan menemukan 7 granat tangan dari sejumlah lokasi di Pakistan.

Masih belum jelas siapa yang ada di balik serangan bom mobil tersebut, termasuk apakah si pengemudi mobil ikut tewas dalam ledakan tersebut atau tidak. Menurut pejabat senior Kepolisian lainnya, Hamid Shakil, semuanya masih dalam penyelidikan polisi.

Namun, secara terpisah seorang juru bicara kelompok pemberontak, Baluchistan Liberation Army, Meerak Baluch mengakui pihaknya yang melakukan serangan bom mobil tersebut. Menurut Baluch, serangan tersebut dimaksudkan sebagai pelajaran bagi para 'pengkhianat'. Saat kembali dimintai tanggapan soal hal ini, pihak Kepolisian maupun otoritas setempat enggan berkomentar.

Quetta merupakan ibukota Provinsi Baluchistan, yang juga dikenal sebagai wilayah konflik karena letaknya yang berbatasan dengan Afghanistan dan Iran, sehingga dipenuhi oleh kelompok pemberontak.

(nvc/mad)


Berita Terkait