Seorang Pria China Dilaporkan Tewas Akibat Flu Burung

Seorang Pria China Dilaporkan Tewas Akibat Flu Burung

- detikNews
Sabtu, 31 Des 2011 18:45 WIB
Seorang Pria China Dilaporkan Tewas Akibat Flu Burung
Beijing - Kematian pertama akibat virus flu burung sejak 18 bulan terakhir dilaporkan terjadi di China. Seorang pengemudi bus bernama Chen dilaporkan tewas karena terinfeksi virus mematikan tersebut.

Seperti disampaikan oleh pejabat kesehatan setempat dan dilansir oleh kantor berita AFP, Sabtu (31/12/2011), pria bernama Chen tersebut meninggal di Shenzhen, sebuah kota yang ada di wilayah perbatasan dengan Hong Kong. Di wilayah tersebut, ribuan ekor unggas telah dimusnahkan menyusul hasil tes positif terhadap tiga ekor unggas yang terkontaminasi virus flu burung H5N1 pada pertengahan Desember lalu.

Menurut pejabat kesehatan tersebut, awalnya Chen menderita demam sejak 21 Desember dan dilarikan ke rumah sakit empat hari kemudian. Pihak rumah sakit kemudian mendiagnosis Chen menderita pneumonia (radang paru-paru) parah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kemudian pada pemeriksaan lanjutan diketahui bahwa pria berumur 39 tahun tersebut dinyatakan terinfeksi virus H5N1. Padahal diketahui bahwa Chen tidak pernah melakukan kontak langsung dengan unggas sebelumnya.

Virus H5N1 dilaporkan bisa berakibat fatal pada manusia. Sekitar 60 persen kasus manusia terinfeksi H5N1, tidak bisa diselamatkan. Namun, dijelaskan bahwa virus H5N1 tidak dapat dengan mudah menular dari manusia ke manusia. Menurut World Health Organization (WHO), belum pernah ditemukan kasus penyebaran virus flu burung antar manusia sejak virus ini muncul pada 2003 lalu.

Departemen Kesehatan di Provinsi Guangdong, dimana Shenzhen berada, mengumumkan kematian Chen pada Sabtu (31/12) waktu setempat, akibat fungsi paru-paru, jantung, dan hatinya memburuk. "Sejauh ini, sekitar 120 orang yang melakukan kontak langsung dengan Chen belum menunjukkan gejala aneh," demikian pernyataan departemen tersebut.

Pemerintah China dan Hong Kong terus mengembangkan kerjasama sejak penemuan unggas terinfeksi H5N1 pada 21 Desember lalu. Juru bicara Departemen Kesehatan Hong Kong mengatakan, pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan dan mempertahankan pengetatan pengamanan pelabuhan terkait perkembangan masalah kesehatan ini. Sedangkan juru bicara Departemen Kesehatan China berjanji untuk terus meningkatkan kerjasama dengan Hong Kong dan meningkatkan langkah-langkah pengendalian epidemi virus ini.

China dinilai merupakan salah satu negara yang paling beresiko terkena penyebaran virus flu burung, karena negara ini memiliki populasi unggas terbesar di dunia dan banyak ayam di daerah pedesaan tinggal berdekatan dengan manusia. Dalam kasus terakhir infeksi virus H5N1 yang dilaporkan, seorang wanita hamil di Hubei, China meninggal karena flu burung pada Juni 2010. Pengemudi bus ini tercatat orang ke-27 yang meninggal akibat flu burung di Cina sejak tahun 2003.

Virus flu burung sendiri telah menewaskan 330 orang di seluruh dunia, di mana Indonesia menjadi negara terparah. Sebagian besar manusia yang terinfeksi virus ini karena melakukan kontak langsung dengan unggas yang terlebih dulu terinfeksi H5N1. Namun, para ilmuwan kini mengkhawatirkan bahwa virus H5N1 bisa bermutasi menjadi bentuk virus yang mudah menular antar manusia, dengan potensi kematian lebih besar.

Informasi terakhir, tim peneliti yang bekerja untuk Amerika Serikat dilaporkan sukses menciptakan virus flu burung (H5N1) versi ganas yang bisa ditularkan antar manusia. Namun demi alasan keamanan, para peneliti diminta tidak membocorkan detail penelitiannya.

(nvc/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads