Desakan itu disampaikan menyusul aksi penggeledahan tentara dan polisi kantor para aktivis di seluruh wilayah Mesir.
Salah satu organisasi yang digeledah adalah Freedom House, sebuah LSM Amerika. Para staf organisasi ini diinterogasi, sedangkan ponsel, laptop, uang dan dokumen milik mereka disita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal-hal membahayakan itu antara lain dengan memicu demonstrasi-demonstrasi di jalanan yang dibiayai oleh asing.
Tindakan penggeledahan ke kantor para aktivis tersebut merupakan kali pertama sejak presiden Hosni Mubarak ditumbangkan.
Kemlu AS telah meminta Mesir dengan sangat agar tidak lagi mengintimidasi para staf LSM dan mengembalikan barang-barang milik mereka.
Sementara itu organisasi HAM Arab (ANHRI) mengatakan bahwa tindakan penggeledehan seperti itu bahkan belum pernah terjadi sebelumnya di zaman rezim Mubarak.
ANHRI menilai bahwa tindakan penggeledahan ke kantor-kantor LSM merupakan bagian dari kampanye sistematis terhadap organisasi-organisasi tersebut, yang sebelumnya sudah direncanakan. Amnesty International mendukung pendapat ini.
Pemerintah Mesir dalam pernyataannya menyebutkan bahwa penggeledehan dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan ke sumber-sumber pembiayaan LSM-LSM tersebut.
Namun tampaknya para petinggi militer Mesir mencoba mengalihkan kesalahan atas kekacauan berlarut-larut di negara itu kepada asing.
(es/es)











































