Samira Ibrahim adalah satu wanita yang mengalami tes keperawanan secara paksa ketika ditahan oleh militer Mesir saat melakukan demonstrasi di lapangan Tahrir pada Maret lalu di Kairo.
Seperti diberitakan smh.co.au, Kamis (29/12/2011), para wanita yang ditahan oleh militer Mesir mengatakan mereka dipukuli, disetrum dan difoto oleh tentara pria. Mereka dipaksa melakukan tes keperawanan dan jika menolak akan diancam dengan tuduhan telah melakukan tindakan prostitusi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengacara Samira, Hossam Bahgat, menyambut baik keputusan pengadilan tersebut. Tetapi Bahgat mengingatkan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan terutama kepada para pelaku yang melakukan tes keperawanan tersebut dan siapa yang memerintahkan tes itu.
"Dari kasus ini diperlihatkan bahwa tentara yang nakal bertindak sendiri. Dan bisa lepas dari tuduhan dengan hanya membayar denda," ujarnya.
3 Tentara saat ini menghadapi pengadilan militer dalam kasus tes keperawanan. Ketiganya dihadapkan dengan tuduhan tidak mengikuti perintah dan melakukan tindakan tidak senonoh.
(fiq/nrl)











































