Indonesia menawarkan bantuannya tersebut saat Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa bertemu dengan Menteri Luar Negeri Myanmar, H.E. U Wunna Maung Lwin di Forum Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) RI β Myanmar di Yangon, Myanmar.
Dalam rilis Kementerian Luar Negeri kepada detikcom, Rabu (28/12/2011), kedua Menlu ini membicarakan hal-hal terkait peningkatan kerjasama bilateral kedua negara maupun isu-isu kawasan dan global yang menjadi kepentingan bersama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pertahanan dan keamanan, Kedua negara membicarakan kerjasama pertukaran informasi dan peningkatan kapasitas antar institusi militer dan kepolisian antarkedua negara.
Terkait isu-isu regional dan global, kedua Menlu antara lain membahas upaya-upaya untuk memajukan kerjasama ASEAN, maupun di kawasan sekitar, yaitu Asia Timur dan Asia Pasifik. Keduanya sepakat untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.
"Bantuan yang ditawarkan Pemerintah Indonesia mencerminkan komitmen Indonesia untuk mendukung secara konkret proses reformasi politik dan demokratisasi di Myanmar," tulis Kemlu.
Di bidang ekonomi dan sosial budaya, kedua Menlu menegaskan kembali komitmen bersama untuk mencapai target nilai perdagangan bilateral sebesar USD 500 Juta pada tahun 2015. Saat ini nilai perdagangan RI β Myanmar sebesar USD 316 juta per akhir 2011. Di samping itu juga telah dibahas pengembangan kerjasama di bidang perbankan, kehutanan, pertanian, ketahanan pangan, dan perhubungan udara termasuk pembukaan jalur penerbangan Indonesia β Myanmar.
Forum JCBC ini merupakan mekanisme utama dialog bilateral tingkat Menteri antara Indonesia β Myanmar. Pertemuan kali ini merupakan pertemuan yang kedua setelah pertemuan JCBC pertama tahun 2007. Penyelenggaraan JCBC kedua ini sekaligus menandai 62 dua tahun hubungan diplomatik RI β Myanmar.
(fiq/nrl)











































