Sebuah gambar di televisi memperlihatkan iring-iringan pemakaman yang dipimpin Limosin pembawa foto Kim Jong-Il. Iring-iringan ini melewati barisan tentara yang mengenakan seragam hijau sambil menundukkan kepala di alun-alun ibukota.
Dalam iring-iringan itu terdapat mobil pembawa meti peti Kim Jong-Il. Kim Jong-un yang terlihat dalam iring-iringan terlihat sedang menangis. Dia didampingi oleh pamannya, Jang Song-thaek dan kepala staf militer Korea Utara, Ri Yong-ho.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu mitos seputar Kim Jong-il adalah kemampuannya yang bisa mengendalikan cuaca. Dia disebut-sebut mengedarkan mitos di kalangan rakyatnya bahwa dia memiliki "kekuatan ajaib" mengendalikan cuaca berdasarkan mood-nya. Media pemerintah melaporkan cuaca dingin yang tidak biasa yang mengantar kepergian Kim Jong-Il.
Dalam tayangan itu juga diperlihatkan warga yang sedang menangis dan dan berteriak "Ayah, Ayah!". Kim meninggal akibat serangan jantung pada 17 Desember lalu. Pemimpin Korut itu tutup usia pada umur 69 tahun.
(fiq/nrl)











































