Seperti diberitakan Xinhuanet, Selasa (27/12/2011), salah satu kelompok Al-Qaeda yang menamakan dirinya Negara Islam Irak (ISI) mengaku bertanggung jawab atas serangan mematikan itu.
Dalam sebuah postingannya di sebuah situs Islam, serangan bom itu tersebut untuk mendukung kelompok Sunni yang dipenjara oleh pihak pemerintah dan sebagai upaya balas dendam bagi para tahanan Sunni yang telah dieksekusi oleh pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, belum ada pernyataan resmi tentang keaslian keterangan tersebut.
Serangan bom tersebut terjadi kurang dari dua pekan setelah pemimpin-pemimpin Irak menyatakan mereka akan melakukan pembicaraan dengan AS mengenai kemungkinan memperpanjang misi pelatihan keamanan. Misi tersebut akan berakhir tahun 2011 ini sesuai kesepakatan keamanan bilateral yang mengatur penarikan keseluruhan 47 ribu tentara AS yang saat ini masih berada di Irak.
(fiq/nrl)











































