"Sedikitnya sembilan orang tewas dan 90 lainnya cedera ketika pasukan yang setia pada Presiden menembaki pengunjuk rasa saat menuntut agar presiden diadili," kata Mohammed Al Qubati, seorang dokter yang merawat para demonstran, seperti dikutip detikcom dari Reuters, Minggu (25/12/2011).
Padahal saat ini presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, sedang berada dalam perjalanan ke Amerika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 11 bulan melakukan perlawanan terhadap Presiden Yaman, sudah terdapat 150 orang korban luka akibat tabung gas air mata.
(rdf/rdf)











































