Hal itu disampaikan Perdana Menteri (PM) Recep Tayyip Erdogan kemarin dalam konferensi pers bersama dengan sejawat dari Ukraina, dikutip detikcom dari Hurriyet hari ini, Jumat (23/12/2011).
Pada kesempatan itu PM Erdogan mengecam pemuka Prancis yang mencoba untuk mendapatkan keuntungan elektorat menjelang pemilu presiden negara itu dengan RUU yang dinilainya Turcophobia dan secara umum Islamophobia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah tindakan pertama terhadap Prancis. Tindakan-tindakan baru dapat diagendakan dan dilaksanakan sesuai dengan kemajuan RUU di Prancis," ujar Erdogan.
Menurut Erdogan, mulai sekarang Turki juga membatalkan semua kunjungan militer dan ekonomi bilateral dengan Prancis, termasuk kursus, seminar dan kegiatan pertukaran personel.
"Turki tidak akan bekerjasama dengan Prancis dalam proyek Uni Eropa. Selain itu Turki juga menghentikan semua konsultasi politik dan membatalkan kegiatan-kegiatan militer bilateral dan latihan militer bersama," tegas Erdogan.
Lebih lanjut Turki juga membatalkan blanket permission (izin mencakup beberapa item atau periode, red) untuk jalan layang, lepas landas dan pendaratan penerbangan militer, serta kunjungan pelabuhan oleh kapal-kapal militer Prancis, namun izin untuk individu akan diterapkan.
Di samping itu Turki juga tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan kemitraan bilateral ekonomi dan perdagangan pada tahun 2012.
Erdogan menyampaikan terimakasih kepada politisi Prancis yang bijaksana menolak RUU tersebut. "Kami berharap mereka tidak akan mengambil langkah yang tak dapat ditarik kembali," tandas Erdogan.
(es/es)











































