"Banyak masyarakat Korsel yang sangat ingin berkunjung (ke Korut) untuk menyampaikan belasungkawa," demikian seperti disampaikan oleh media resmi reunifikasi Korea, Uriminzokkiri, dalam situsnya dan dilansir kantor berita AFP, Jumat (23/12/2011).
Media tersebut menyatakan, otoritas Korut akan menyambut dengan hormat seluruh delegasi Korsel yang hadir. Otoritas Korut bahkan membuka wilayah perbatasannya dengan Korsel sebagai jalur masuk delegasi dari Korsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan juga bahwa keselamatan dan kenyamanan delegasi Korsel akan dijamin secara penuh. Keputusan ini diambil otoritas Korut untuk menghormati keinginan warga Korsel untuk melayat langsung jasad Kim Jong-il.
"Ini sebagai bentuk penghormatan kami bagi kebaikan hati waga Korsel yang ingin berbagai duka cita dalam masa berkabung nasional kami," terangnya.
Beberapa waktu sebelumnya, pemerintah Korsel mempersilakan warganya untuk menyampaikan belasungkawa secara pribadi kepada Korut atas meninggalnya Kim Jong-il. Namun, pemerintah Korsel menyatakan tidak akan mengirimkan wakil pemerintah untuk melayat langsung ke Korut.
Pemerintah Korsel hanya mengizinkan 2 delegasi saja untuk berkunjung langsung ke Korut dan menghadiri upacara pemakaman Kim Jong-il pada 28 Desember mendatang. Kedua delegasi tersebut dipimpin oleh istri mantan Presiden Kim Dae-Jung, Lee Hee-ho, dan mantan bos Grup Hyundai, Hyun Jeong-eun.
Pengumuman otoritas Korut ini nampaknya sedikit salah alamat, karena Korsel sendiri menyatakan akan berpegang pada keputusannya untuk tidak mengirimkan wakilnya melayat langsung ke Korut. Uriminzokkiri pun mengkritisi sikap pemerintah Korsel ini.
"Tindakan pemerintah Kosel yang melarang... untuk berkunjung menyampaikan belasungkawa tentu saja tidak dapat diterima dan tindakan tidak manusiawi," tegas situs tersebut, yang juga menyebut tindakan ini bisa berpengaruh buruk bagi hubungan kedua negara.
(nvc/nrl)











































