Intelijen AS Peringatkan Terjadinya Kekerasan Sektarian di Irak

Intelijen AS Peringatkan Terjadinya Kekerasan Sektarian di Irak

- detikNews
Jumat, 23 Des 2011 10:30 WIB
Intelijen AS Peringatkan Terjadinya Kekerasan Sektarian di Irak
Washington - Badan intelijen Amerika Serikat (AS) memperingatkan keamanan Irak bisa berubah menjadi kekerasan sektarian setelah penarikan pasukan AS. Pemboman di beberapa kawasan Syiah yang telah menewaskan 72 orang menjadi bukti buruknya keamanan di Irak.

"Ini sangat mengagetkan bagi siapa pun," kata Ketua Komite Intelijen Parlemen AS Mike Roger, seperti diberitakan Reuters, Jumat (23/12/2011).

"Kebanyakan orang percaya, penarikan cepat pasukan AS di lapangan akan meninggalkan kekosongan yang akan diisi dengan masalah yang seperti Anda lihat sekarang," kata Roger.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roger mengatakan, penarikan pasukan AS telah meningkatkan kekacauan di Irak. "Banyak saran dan nasihat yang mengatakan ini adalah ide yang buruk dan inilah yang akan terjadi jika Anda melakukannya. Kami melihat awal dari apa yang akan diperkirakan terjadi," jelasnya.

Berdasarkan laporan intelijen tersebut, seorang pejabat senior pemerintahan mengatakan bahwa perpecahan sektarian telah ada sebelum AS menginvasi Irak dan kemungkinan akan ada konflik sektarian setelah pasukan AS meninggalkan Irak.

"Bagaimanapun, perbedaan tersebut kini diselesaikan dengan politik. Kedutaan kami membantu mengatasi perbedan tersebut. Intelijen juga menilai pasukan keamanan Irak mampu sepenuhnya memberikan stabilitas di internalnya," jelas pejabat senior tersebut.

Pihak AS menilai pemboman di kawasan Syiah pada Kamis (22/12) kemarin, dilakukan oleh kelompok Sunni yang dianggap marah atas tindakan pemerintah Irak yang mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Wapres al-Hashemi dari kelompok Sunni. Tareq al-Hashemi dituding terlibat serangkaian pembunuhan dan pemboman di Irak.

Pada pemboman kemarin, korban tewas telah mencapai 72 orang. Pihak Kepolisian juga menyebut sedikitnya 194 orang mengalami luka-luka akibat ledakan-ledakan tersebut. Pada saat itu, dilaporkan terjadi lebih dari 10 ledakan bom di sejumlah wilayah Baghdad. Kebanyakan ledakan tersebut ditargetkan di wilayah pemukiman kaum Syiah. Ini merupakan pemboman pertama yang terjadi setelah penarikan tentara AS.

(fiq/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads