Korban Tewas Akibat Ledakan Bom di Irak Bertambah Jadi 40 Orang

Korban Tewas Akibat Ledakan Bom di Irak Bertambah Jadi 40 Orang

- detikNews
Kamis, 22 Des 2011 15:35 WIB
Korban Tewas Akibat Ledakan Bom di Irak Bertambah Jadi 40 Orang
Baghdad - Korban tewas akibat serangkaian ledakan di Baghdad, Irak, terus bertambah. Hingga saat ini dilaporkan sedikitnya 40 orang tewas dan sekitar 149 lainnya luka-luka.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (22/12/2011), seorang pejabat setempat menuturkan, pagi ini dilaporkan sekitar lebih dari 10 ledakan terjadi di sejumlah lokasi berbeda di Baghdad. Sebagian besar ledakan terjadi di wilayah pemukiman warga pemeluk Syiah.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Irak, Ziad Tareq menuturkan, jumlah korban tewas telah mencapai 40 orang. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan laporan sebelumnya yang 10 korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lokasi ledakan bom pertama berada di distrik Amil, Baghdad sebelah barat daya, di mana 2 bom di pinggir jalan menewaskan 7 orang dan melukai 21 orang lainnya. Lokasi kedua ada di pemukiman kaum Syiah di distrik Doura, sebuah bom mobil menewaskan 3 orang dan melukai 6 orang lainnya.

Laporan terbaru, ledakan terbesar terjadi di distrik Karrada dan menewaskan 18 orang. Ledakan tersebut berasal dari seorang pembom bunuh diri yang mengendarai mobil ambulans dan kemudian meledakkan diri di dekat gedung pemerintahan di Karrada. Potongan mobil ambulans tersebut berhamburan ke wilayah sekitarnya, bahkan hingga ke sebuah taman kanak-kanak yang ada di dekat lokasi kejadian.

Sedangkan sejumlah ledakan bom lainnya dilaporkan terjadi di daerah Alawi yang dekat pusat kota, juga wilayah Shaab dan Shula yang ada di utara. Semuanya merupakan wilayah yang mayoritas ditinggali kaum Syiah.

Polisi setempat menyebutkan, ledakan juga terjadi di wilayah pemukiman kaum Sunni, tepatnya di Adhamiya. Menurut polisi dan saksi mata, sebuah ledakan bom di pinggir jalan yang terjadi di Adhamiya menewaskan seorang warga dan melukai 5 orang lainnya.

Serangkaian ledakan ini adalah kali pertama yang terjadi di ibukota Irak sejak pecahnya perseteruan antara pemerintah yang dipimpin kelompok Syiah dengan lawan politiknya dari kelompok Sunni. Dan juga pertama kalinya terjadi pasca berakhirnya tugas pasukan militer Amerika Serikat (AS) di negeri seribu satu malam itu.

(nvc/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini