Sumber kepolisian setempat menyebutkan ledakan tersebut berasal dari dua tempat. Dua bom di pinggir jalan meledak di distrik Amil sebelah selatan Baghdad dan satu lagi adalah sebuah bom mobil di wilayah Doura. Demikian diberitakan Reuters, Kamis (22/12/2011).
Ledakan ini adalah kali pertama yang terjadi di ibukota Irak sejak pecahnya perseteruan antara pemerintah yang dipimpin kelompok Syiah dengan lawannya dari kelompok Sunni pasca berakhirnya tugas pasukan Amerika Serikat (AS) di negeri seribu satu malam itu.
Militer AS datang ke Irak bulan Maret tahun 2003 dengan alasan menumbangkan rezim Saddam Hussein yang diklaim mempunyai senjata pemusnah massal. Hampir 4.500 tentara dan warga AS tewas, 32.000 luka-luka serta ratusan miliar dollar dana pemerintah dihabiskan untuk membiayai perang.
Di sisi rakyat Irak, korban diperkirakan sedikitnya mencapai 100.000 jiwa. Presiden AS Barack Obama memenuhi janjinya dengan menarik pasukannya sebelum Natal tiba, sehingga prajurit dapat merayakan Natal bersama keluarganya di rumah.
(fiq/nrl)











































