Pengadilan Filipina Tolak Permohonan Arroyo Natalan di Rumah

Pengadilan Filipina Tolak Permohonan Arroyo Natalan di Rumah

- detikNews
Kamis, 22 Des 2011 11:25 WIB
Pengadilan Filipina Tolak Permohonan Arroyo Natalan di Rumah
Manila - Mantan Presiden Filipina, Gloria Macapagal Arroyo, nampaknya akan merayakan natal di rumah sakit militer, tempat ia dirawat sekarang. Hal ini menyusul keputusan pengadilan yang menolak permohonan Arroyo untuk merayakan natal di rumah bersama keluarganya, mulai 23 Desember hingga 2 Januari 2012.

Namun, pengadilan distrik Pasay City mengizinkan keluarga Arroyo untuk datang mengunjunginya dan merayakan natal bersama di Veterans Memorial Medical Center. Arroyo boleh dikunjungi oleh keluarganya selama 24 Desember hingga 26 Desember.

"Mereka diperbolehkan untuk merayakan natal bersama (di rumah sakit militer) pada 24, 25, 26 Desember," ujar seorang staf pengadilan, Joel Pelicano, dalam pernyataan kepada wartawan dan dilansir The Philippine Star, Rabu (21/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelicano juga menyatakan, Arroyo dilarang memiliki telepon genggam dan laptop di dalam kamar presidential suite Veterans Memorial Medical Center, tempat ia dirawat akibat penyakit tulang. Pengadilan hanya mengizinkan pengacara Arroyo untuk membawa telepon genggam dan laptop saat mengunjungi Arroyo.

Pengacara suami Arroyo, Ferdinand Topacio menyatakan, pihak keluarga menghormati keputusan pengadilan tersebut. "Kami menghormati putusan pengadilan jika memang demikian keputusannya," ucap Topacio kepada philstar.com.

Arroyo yang pernah memimpin negeri itu selama hampir satu dekade, selama ini dirawat di sebuah rumah sakit swasta dengan biaya US$ 1.100 (Rp 9,9 juta) per hari. Bulan lalu, pengadilan mengeluarkan perintah penangkapan wanita berumur 64 tahun itu atas dakwaan kecurangan saat pemilihan senat pada 2007.

Arroyo lantas dipindahkan dari RS eksklusif itu ke fasilitas medis milik militer sembari menunggu persidangan atas kasus kecurangan pemilu yang didakwakan padanya. Jika terbukti bersalah atas dakwaan itu, Arroyo bisa diancam hukuman penjara seumur hidup. Presiden Filipina Benigno Aquino yang menggantikan Arroyo bahkan telah bertekad akan mengadili Arroyo atas dakwaan korupsi yang diduga dilakukannya semasa memerintah dulu.

(nvc/nrl)


Berita Terkait