Seperti diberitakan Aljazeera, Kamis (22/12/2011), lembaga Reporters Without Borders (RSF) menyebutkan, sepuluh orang jurnalis tewas di Pakistan dan kebanyakan di antara mereka sengaja dibunuh. Pakistan merupakan salah satu wilayah berbahaya bagi kegiatan jurnalistik.
Pada demonstrasi pro-demokrasi yang terjadi di negara-negara Arab, jumlah wartawan mencapai 20 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari lapangan Tahrir ke lapangan Khudzar di Pakistan, dari Mogadishu ke kota-kota Filipina, risiko bekerja sebagai jurnalis ketika ketidakstabilan politik lebih disorot daripada sebelumnya di tahun 2011," ujar RSF.
China dan Iran merupakan negara yang melakukan penahanan jurnalis paling banyak. RSF menyebutkan 10 lokasi yang dianggap paling berbahaya bagi wartawan adalah Abidjan, Pantai Gading, di mana setidaknya dua wartawan tewas dalam kekerasan pemilu, dan lapangan Tahrir di Mesir, di mana wartawan diserang oleh pendukung Presiden Mesir Hosni Mubarak sebelum ia mengundurkan diri pada Februari lalu.
Titik-titik lainnya yang berbahaya adalah Deraa, Homs dan Damaskus di Suriah, Lapangan Perubahan di ibukota Yaman, Sanaa, dan benteng pemberontak Libya di Misrata. Tahun lalu, 57 wartawan terbunuh saat sedang melaksanakan tugas jurnalistik mereka di seluruh dunia.
(fiq/nrl)











































