Adalah seorang pengusaha bernama Kheir Mazri yang meluncurkan layanan tranportasi baru di Paris yang diberi nama taksi 'tuk-tuk'. Bentuknya nyaris mirip seperti bajaj di Indonesia maupun 'tuk tuk' yang ada di Bangkok, Thailand.
Mazri meluncurkan 24 buah 'tuk-tuk' yang akan beroperasi selama 7 hari penuh mengelilingi kota Paris. Terdapat juga 150 stasiun pemberhentian 'tuk-tuk' di Paris dan para turis bisa menunggunya di lokasi-lokasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mazri, pendapatan dari pengoperasian 'tuk-tuk' ini didapat dari iklan-iklan yang dipasang pada bagian samping becak bermotor yang diimpor dari China tersebut. Namun, Mazri tidak mematok harga tinggi bagi setiap iklan yang dipasang.
Pada umumnya, pengemudi taksi atau sejenis 'tuk-tuk' melarang penumpangnya untuk makan dan minum di dalam kendaraan. Tapi, Mazri berencana menjual makanan dan minuman, seperti teh, kue pastri dan popcorn.
Selain itu, Mazri juga terus melengkapi 'tuk-tuk' miliknya dengan penutup atap agar para penumpang bisa tetap menikmati perjalanan tanpa basah kuyup, mengingat Paris sering dilanda hujan saat Natal.
(nvc/nwk)











































