Kim Jong Un Berikan Perintah Pertama Terhadap Militer Korut

Kim Jong Un Berikan Perintah Pertama Terhadap Militer Korut

- detikNews
Rabu, 21 Des 2011 20:30 WIB
Kim Jong Un Berikan Perintah Pertama Terhadap Militer Korut
Seoul - Sebagai pemimpin baru Korea Utara (Korut), Kim Jong Un teryata telah mengeluarkan perintah pertamanya bagi militer Korut. Perintah tersebut dikeluarkannya tepat sebelum kematian ayahnya, Kim Jong-il, diumumkan secara resmi oleh pemerintah.

Dalam perintah pertamanya tersebut, Kim Jong Un memerintahkan seluruh unit militer Korut untuk menghentikan latihan lapangan dan kembali ke markas masing-masing. Demikian seperti disampaikan oleh seorang pejabat senior pemerintah Korea Selatan (Korsel) yang dikutip Yonhap dan dilansir oleh kantor berita AFP, Rabu (21/12/2011).

"Ini jelas menjadi bukti bahwa Kim Jong Un telah memiliki pegangan kuat pada militer Korut," ujar sumber tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Korut secara resmi mengumumkan kematian Kim Jong-il pada 19 Desember, padahal diktator tersebut telah meninggal karena serangan jantung sejak 17 Desember. Media nasional Korut lantas mengklaim Kim Jong Un sebagai pemimpin baru negara tertutup tersebut.

Informasi soal perintah militer pertama Kim Jong Un ini didukung oleh peryataan Kepala Badan Intelijen Nasional Korsel, Won Sei Hoon kepada parlemen pada Selasa (20/12) kemarin. Won mengungkapkan, bahwa militer Korut melakukan uji tembak 2 rudal jarak pendek di wilayah pantai timur pada Senin (19/12) pagi.

Namun, mereka kemudian membatalkan rencana mereka untuk kembali melakukan uji tembak rudal pada siang harinya dan memilih kembali ke markas. Hal ini sangat bersesuaian dengan informasi yang didapatkan Yonhap.

Kim Jong Un kini merupakan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Korut. Pada September tahun lalu, Kim Jong Un diangkat menjadi Jenderal Bintang Empat dan dipersiapkan sebagai pengganti Kim Jong-il. Korut yang memiliki 1,9 juta anggota militer ini mengutamakan rezim militer dalam pemerintahannya.

Hingga saat ini, dilaporkan belum ada aktivitas militer berlebihan di wilayah perbatasan korut. Sepertinya militer Korut lebih banyak ditempatkan di wilayah Joint Security Area dan wilayah perbatasan di desa Panmunjom. Seorang pejabat intelijen bahkan menuturkan bahwa Korut mungkin tengah berusaha mencegah upaya pembelotan selama masa transisi kepemimpinan.

(nvc/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads