Para perempuan ini melakukan longmarch menuju ke Lapangan Tahrir dengan dikelilingi oleh para pendemo laki-laki, Selasa (20/12) kemarin. Mereka membawa poster yang bergambar seorang pendemo perempuan yang dikeroyok dan digebuki dengan tongkat oleh militer Mesir, bahkan ditendang hingga nyaris telanjang.
"Mereka mengatakan mereka di sini untuk melindungi kami, tapi mereka menelanjangi kami," teriak salah seorang pendemo perempuan seperti dilansir Daily Mail, Rabu (21/12/2011).
Para pendemo perempuan ini juga mendesak permintaan maaf dari pihak militer Mesir atas kekerasan yang terjadi tersebut.
"Gadis yang diseret-seret ini seperti putriku sendiri. Mereka melakukan itu dan kemudian menyebut kami preman. Saya wanita yang bebas dan menyerang gadis ini atau membunuh pendemo lainnya sudah seperti menyerang anakku sendiri," ujar salah seorang pendemo bernama Um Hossam (54) yang bercadar ini.
Terhadap hal ini, Dewan Militer Mesir telah memperingatkan pemerintah untuk menyatakan permintaan maaf kepada rakyat, terutama kepada setiap perempuan di Mesir. Dewan Militer sendiri menyampaikan 'penyesalan mendalam' terhadap aksi brutal militer ini.
"Menjamin penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya bagi seluruh perempuan Mesir dan juga terhadap hak-hak mereka untuk berdemo, berpartisipasi secara efektif dan positif dalam kehidupan berpolitik di tengah jalan menuju transisi demokrasi ini," demikian pernyataan Dewan Militer Mesir.
Tidak hanya itu, Dewan Militer juga berjanji untuk menindak siapa pun yang bertanggung jawab dalam aksi kekerasan tersebut.
Kebrutalan polisi militer Mesir tersebut terjadi pada Jumat (16/12) lalu, di mana saat itu polisi militer mencoba membubarkan para pendemo yang berkumpul di Lapangan Tahrir. Para pendemo berlarian menghindari polisi militer, namun sebagian berhasil tertangkap dan polisi pun mengeroyok, memukuli dan menendang mereka dengan brutal.
Salah satu pendemo yang dipukuli ialah seorang perempuan yang kemudian diketahui masih berusia 15 tahun. Gadis malang tersebut diseret hingga nyaris telanjang, kemudian dipukuli dengan tongkat dan ditendang dengan sepatu militer. Meski gadis tersebut sudah pingsan, polisi masih memukulinya dengan brutal. Kondisi gadis tersebut diketahui saat ini masih kritis.
Aksi kebrutalan militer Mesir ini terekam video dan kemudian diunggah ke dunia maya pada Sabtu (17/12). Banyak kecaman mengalir dari publik internasional terhadap militer Mesir. Bahkan Menlu AS Hillary Clinton menyebut aksi ini merendahkan perempuan Mesir.
"Dan sekarang, perempuan diserang, ditelanjangi dan dipukuli di jalan. Ini merupakan degradasi sistematis terhadap perempuan Mesir yang menjadi aib bagi revolusi Mesir dan mempermalukan negara," ucap Hillary saat memberi kuliah umum di Universitas Georgetown, AS.
(nvc/nrl)











































