Hakim Ketua Masanobu Sato menyatakan Shibata bersalah atas tuduhan pembunuhan akibat kelalaian dalam mengemudi. Menurut hakim, Shibata seharusnya menahan diri untuk tidak mengemudi mobil sendirian mengingat kondisinya yang mengidap epilepsi.
"Seharusnya terdakwa mampu menahan diri untuk mengemudi dalam kondisi apapun... Kelalaian yang terjadi berakibat pada tewasnya orang lain," ujar Hakim Sato seperti dilansir The Japan Times, Selasa (20/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden naas tersebut terjadi pada 18 April lalu di Prefektur Tochigi. Saat itu, Shibata tengah mengoperasikan mobil crane di Kanuma, Prefektur Tochigi. Tiba-tiba epilepsi yang dideritanya kambuh dan dia pun kehilangan kesadaran hingga crane yang ia kendalikan menabrak 6 anak sekolah yang ada di sekitar lokasi.
Pengacara Shibata telah mengajukan permohonan keringanan hukuman, dengan menyebut kliennya 'terobsesi' dengan crane dan akan merasa terasing jika dia dipandang dari penyakit epilepsi yang dideritanya. Kendati demikian, pihak Shibata tidak mengajukan banding atas vonis 7 tahun tersebut.
(nvc/vit)











































