China Membuka Diri Terhadap Kunjungan Kim Jong Un

China Membuka Diri Terhadap Kunjungan Kim Jong Un

- detikNews
Selasa, 20 Des 2011 20:00 WIB
China Membuka Diri Terhadap Kunjungan Kim Jong Un
Beijing - Pemerintah China membuka diri terhadap kunjungan pemimpin baru Korea Utara (Korut), Kim Jong Un ke negara mereka. China berharap di bawah kepemimpinan Kim Jong Un, hubungan baik kedua negara semakin meningkat.

Demikian seperti disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Liu Weimin seperti dilansir oleh Reuters, Selasa (20/12/2011). Weimin mengakui pihaknya belum mendapat informasi soal rencana kunjungan Kim Jong Un ke China, namun dia memastikan bahwa China siap menyambut kedatangannya dengan tangan terbuka.

"Saya ingin menambahkan bahwa China dan Korut saling menjaga hubungan baik, dan kami siap menyambut kunjungan pemimpin Korut dalam waktu yang tepat bagi kedua negara," ucap Liu Weimin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan Liu Weimin ini menyusul sinyalemen dari kunjungan Presiden China Hu Jintiao ke Kedubes Korut di Beijing, China, hari ini. Seolah-oleh China ingin menunjukkan keyakinannya kepada Kim Jong Un sebagai pemimpin baru Korut.

Namun sayangnya, Weimin enggan berkomentar soal kunjungan Presiden Jintiao ke Kedubes Korut tersebut. Namun, laporan singkat kantor berita Xinhua menyebutkan bahwa kunjungan Presiden Jintiao tersebut sangat tidak biasa dilakukan. Kunjungan ini dinilai cukup menjadi bukti bahwa China berniat mendukung kepemimpinan Kim Jong Un demi menjaga hubungan baik dengan Korut.

Sanksi internasional yang dijatuhkan pada Korut karena uji coba nuklir dan rudal sejak tahun 2006 membuat Korut semakin dekat kepada Beijing. Beijing mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh ketiadaan bantuan ekonomi dari Korsel dan Amerika Serikat (AS).

Pada gilirannya, China telah membuat jelas bahwa ia ingin menopang Korea Utara sebagai penyangga yang melindungi pengaruh regional dari Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Selama 18 bulan sebelum kematiannya, Kim Jong-il mengunjungi China empat kali, meskipun di masa lalu ia jarang bepergian ke luar negeri. Selama mengunjungi China, kedua belah pihak berjanji bahwa aliansi mereka, 'disegel dengan darah' dan akan menyampaikan kepada penerus mereka.

(nvc/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads