"Pengiriman kembali para inspektur ke pusat pengembangan nuklir di Yongbyong sangatlah diperlukan demi kemajuan denuklirisasi di negara tersebut," ujar Direktur Utama IAEA, Yukiya Amano seperti diberitakan kantor berita Kyodo dan dilansir Reuters, Selasa (20/12/2011).
Meninggalnya Kim Jong-il menyisakan ketidakjelasan tentang karakter kepemimpinan pemimpin baru Korut, yakni Kim Jong Un atas pengembangan program nuklir di negara tertutup tersebut. Jika memang Korut masih berkomitmen serius terhadap perlucutan nuklir, maka seharusnya kedatangan inspektur IAEA disambut baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IAEA sebenarnya sudah sejak lama menunjukkan kesiapannya untuk melanjutkan proses verifikasi atas program nuklir Korut. Segera setelah pembicaraan enam negara terkait denuklirisasi mencapai kesepakatan dan Korut bersedia menghentikan program nuklirnya, maka IAEA siap membantu.
(nvc/ita)










































