Wapres Irak Diperintahkan Ditangkap Atas Pembunuhan & Pemboman

Wapres Irak Diperintahkan Ditangkap Atas Pembunuhan & Pemboman

- detikNews
Selasa, 20 Des 2011 15:47 WIB
Wapres Irak Diperintahkan Ditangkap Atas Pembunuhan & Pemboman
Baghdad - Setelah menahan 2 pengawal Wakil Presiden (Wapres) Irak Tareq al-Hashemi, kini pemerintah Irak mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Wapres al-Hashemi yang memeluk Sunni tersebut. Tareq al-Hashemi dituding terlibat serangkaian pembunuhan dan pemboman di Irak.

"Sebuah surat perintah penangkapan telah dikeluarkan bagi Wapres Tareq al-Hashemi menurut pasal 4 Undang-Undang Terorisme dan surat perintah penangkapan ini juga ditandatangani oleh lima hakim... surat perintah ini harus dilaksanakan," ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irak, Mayor Jenderal Adel Daham dalam konferensi pers dan dilansir oleh Reuters, Selasa (20/12/2011).

Pihak Kemendagri menunjukkan rekaman pengakuan tiga orang pria yang mengaku sebagai pengawal Wapres al-Hashemi. Rekaman ini juga ditayangkan oleh stasiun televisi Irak dan televisi lokal lainnya.

Pria dalam rekaman mengaku bahwa mereka dibayar untuk melakukan serangkaian pembunuhan. Tiga pria tersebut mengaku disuruh oleh ajudan Wapres al-Hashemi untuk melakukan pembunuhan dan penembakan terhadap sejumlah pejabat pemerintahan dan pejabat keamanan, serta meletakkan bom di pinggir jalan.

Salah satu pria tersebut mengaku dibayar US$ 3 ribu (Rp 27,3 juta) sebagai imbalan dan uang tersebut diserahkan oleh al-Hashemi langsung. Namun identitas ketiga pria tersebut masih dirahasiakan.

Penerbitan surat perintah penangkapan ini semakin memperparah ketegangan sektarian antara blok Sunni, Syiah dan Kurdi di Irak pasca penarikan tentara AS pekan lalu. Pertarungan politik antara Perdana Menteri Nuri al-Maliki yang penganut Syiah dengan musuh-musuh politiknya yang menganut Sunni, salah satunya al-Hashemi, berkutat pada pembagian kekuasaan dalam pemerintahan Irak sepeninggal tentara AS.

Wapres al-Hashemi sendiri saat ini tengah berada di Kurdistan dan belum memberikan tanggapan atas perintah penangkapan ini. Namun, diketahui bahwa wilayah Kurdistan memiliki pemerintahan dan militer sendiri, sehingga penangkapan al-Hashemi nampaknya sedikit sulit untuk dilakukan di wilayah tersebut.

Sebelumnya pada Minggu (18/12) kemarin, dua pengawal Wapres al-Hashemi ditahan oleh pasukan keamanan pemerintah karena disinyalir terlibat terorisme. Mereka ditahan di bandara saat hendak mengawal al-Hashemi melakukan kunjungan ke wilayah Arbil dan Sulaimaniyah. Atas kejadian ini, keberangkatan pesawat Iraqi Airways yang digunakan al-Hashemi sempat tertunda selama 3 jam.

(nvc/ita)


Berita Terkait