Demikian seperti diberitakan oleh Reuters, Senin (19/12/2011).
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad, terlihat menandatangani protokol tersebut di markas besar Liga Arab di Kairo, Mesir hari ini. Salah satu diplomat dari negara anggota Liga Arab pun membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi. Protokol tersebut telah resmi ditandatangani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, secara terpisah Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al-Moualem juga membenarkan penandatangan ini. Namun, menurutnya, pemerintah Suriah bersedia menandatangani protokol tersebut setelah didorong oleh pemerintah Rusia.
"Mereka (Rusia) menyarankan kami untuk menandatangani protokol tersebut dan kami pun mengikuti saran mereka," tutur al-Moualem dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan televisi setempat.
Seperti diketahui, Rusia merupakan sekutu lama Suriah. Namun akhir-akhir ini, Rusia ikut mengkritik kekerasan yang dilakukan Presiden Assad kepada para pendemo di Suriah. Rusia bahkan ikut menyetujui Resolusi Dewan Keamanan PBB atas Suriah.
Bulan lalu, Suriah telah diskors dari keanggotaan Liga Arab. Sanksi ini diberikan karena Presiden Assad gagal menghentikan pertumpahan darah di Suriah. Pengiriman para peninjau ke Suriah merupakan bagian dari proposal Liga Arab untuk mengakhiri kekerasan di Suriah.
Masyarakat internasional menginginkan para peninjau diterjunkan ke Suriah untuk menelusuri tentara-tentara militer Presiden Bashar al-Assad yang dituding PBB telah melakukan pelanggaran HAM. Menurut catatan PBB, sedikitnya 4.000 orang telah tewas dalam aksi unjuk rasa menentang Assad yang digelar sejak Maret lalu. Dalam unjuk rasa tersebut, militer pemerintah Suriah dituding telah melakukan penembakan dan kekerasan secara brutal terhadap para pendemo.
(nvc/vit)










































