Kedua pengawal tersebut lantas ditahan oleh pasukan keamanan, sedangkan al-Hashemi diizinkan melanjutkan perjalanan ke wilayah Arbil dan Sulaimaniyah dengan menggunakan pesawat Iraqi Airways. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (19/12/2011).
Kejadian ini terjadi pada Minggu (18/12) dan disampaikan oleh seorang jurnalis Kurdi yang satu pesawat dengan al-Hashemi. Akibat kejadian ini, pesawat yang dijadwalkan lepas landas pada pukul 17.30 waktu setempat, tak kunjung diberangkatkan hingga pukul 19.45 waktu setempat.
Penangkapan pengawal al-Hashemi ini terjadi pada hari yang sama dengan pengumuman Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki yang menyerukan pemecatan Wakil Perdana Menteri, Saleh al-Mutlak.
Hal ini menyusul pernyataan kaum Sunni yang didukung Partai Iraqiya yang menyatakan hendak memboikot parlemen. Baik al-Hashemi maupun al-Mutlak adalah anggota senior Partai Iraqiya dan mereka pernah menuding al-Maliki hendak meleburkan kekuasaan menjadi satu.
(nvc/vit)











































