Obama Telepon Presiden Korsel, Rapatkan Barisan Pasca Kim Jong-il Wafat

Obama Telepon Presiden Korsel, Rapatkan Barisan Pasca Kim Jong-il Wafat

- detikNews
Senin, 19 Des 2011 14:17 WIB
Obama Telepon Presiden Korsel, Rapatkan Barisan Pasca Kim Jong-il Wafat
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menelepon Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myung Bak pasca wafatnya pimpinan Korea Utara (Korut) Kim Jong-il. Keduanya sepakat merapatkan barisan dalam keamanan untuk mengantisipasi perkembangan yang akan terjadi di semenanjung Korea.

Obama melakukan percakapan telepon darurat dengan Myung Bak di Gedung Putih pada Minggu tengah malam waktu Washington DC, seperti dilansir Yonhap, Senin (19/12/2011).

"Presiden menegaskan kembali komitmen kuat AS untuk stabilitas Semenanjung Korea dan keamanan atas sekutu dekat kami Republik Korea. Kedua pemimpin sepakat selalu berhubungan atas situasi yang berkembang dan sepakat bahwa mereka akan mengarahkan Tim Keamanan Nasional untuk berkoordinasi secara dekat," ujar Gedung Putih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Gedung Putih mengatakan Obama telah menerima kabar bahwa Kim Jong-il wafat setelah pengumuman di TV Pemerintah Korut pada pukul 22.00 waktu Washington.

Sementara staf Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Victor Cha, mengatakan bahwa salah satu skenario bahwa rezim Korut bisa runtuh bila ada kematian mendadak Kim Jong-il dan itu telah terjadi.

"Tak ada seorang pun yang bisa menebak apa yang akan terjadi. Kita dalam wilayah yang tak dikenal," jelas Cha seperti dilansir CNN hari ini.

"Korut yang tidak aman akan bisa lebih berbahaya," imbuh Cha yang menambahkan bahwa pengganti Jong-il, Kim Jong Eun tak siap untuk berkuasa.


(nwk/nvt)


Berita Terkait