Kim Jong-il, Pemimpin Korut yang Gemar Film Hollywood

Kim Jong-il, Pemimpin Korut yang Gemar Film Hollywood

- detikNews
Senin, 19 Des 2011 11:53 WIB
Pyongyang - Kim Jong-il meninggal di usia 69 tahun di dalam kereta karena penyakit jantung. Pemimpin Korea Utara itu telah berkuasa selama 17 tahun setelah menggantikan kursi yang ditinggalkan ayahnya, Kim Il Sung. Semasa hidupnya, Kim adalah penggemar film Hollywood.

Dalam biografi resminya, Kim lahir di sebuah pondok di daerah pegunungan di Korut pada Februari 1942. Saat dia lahir, konon ditandai dengan adanya bintang yang bersinar terang. Meski demikian, ada yang mencatat dia lahir di Siberia pada 1941. Dia lahir saat ayahnya sedang dalam masa pembuangan.

Menurut smh.com.au yang mengutip BBC, Kim merupakan penggemar film Hollywood. Kabar yang beredar, dia memiliki perpustakaan yang berisi tak kurang dari 20 ribu film. Dia dapat dengan mudah menggoda seorang penari Rusia dan bersenang-senang dengan perempuan itu sembari menikmati anggur yang disimpan di gudangnya. 10.000 Botol anggur konon tersimpan dengan baik di dalam gudang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam biografi resminya, sejak di sekolah dasar Kim telah menunjukkan semangat revolusionernya. Dia memimpin barisan menuju medan perang, di mana pemberontak berperang melawan Jepang yang menduduki Semenanjung Korea.

Ketika berada di sekolah menengah, Kim disebut-sebut sebagai pekerja pabrik teladan yang bisa memperbaiki truk dan motor listrik. Selepas sekolah menengah, dia melanjutkan pendidikannya di Universitas Kim Il-sung. Di sana, Kim mempelajari karya-karya besar pemikir komunis serta teori revolusioner ayahnya.

Kim kemudian tinggal dengan berbagai keistimewaan Pyongyang. Soviet lantas menempatkan ayah Kim, Kim Il Sung sebagai pemimpin baru di Korea Utara. Mereka sekeluarga tinggal di sebuah rumah Pyongyang yang sebelumnya diduduki seorang perwira Jepang yang telah dipaksa keluar.

Setelah lulus kuliah, Kim bergabung dengan Partai Buruh yang berkuasa di Korea pada tahun 1964. Pada tahun 1973, ia menjadi sekretaris partai bidang organisasi dan propaganda. Setahun kemudian, ayahnya mempersiapkan Kim sebagai penggantinya. Perannya di partai meroket setelah diberi posisi penting di Komisi Militer dan Politbiro pada 1980.

Pakar intelijen mengatakan Kim memerintahkan pemboman di Myanmar pada 1983 yang menewaskan 17 pejabat senior Korea Selatan senior. Dia juga disebut bertanggung jawab atas penghancuran pesawat jet Korean Air pada tahun 1987 yang menewaskan 115 orang.

Kim Jong Il kemudian menjadi pemimpin Korut setelah menggantikan ayahnya yang meninggal pada 1994. Awalnya banyak orang yang memprediksi kepemimpinan Kim bakal berumur pendek lantaran militer akan mengambil alih kekuasaannya. Namun prediksi itu salah.

(vit/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads