Demikian dikatakan juru bicara Gedung Putih Jay Carney seperti dilansir dari Reuters, Senin (19/12/2011). Jay menambahkan, pihaknya mengumpulkan informasi melalui sekutu terdekatnya, Jepang dan Korea Selatan (Korsel).
"Kami tetap berkomitmen atas stabilitas Semenanjung Korea, serta kebebasan dan keamanan dari sekutu kami," jelas Carney.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-il meninggal dunia karena stroke. Korut pun memberlakukan keadaan siaga.
"Pemimpin kami Comrade Kim Jong-il meninggal pada 17 Desember pukul 08.30," ujar TV pemerintah Central TV seperti dilansir New York Times, Senin (18/12/2011).
Kim Jong-il yang meninggal dunia pada usia 69 tahun dilaporkan terserang stroke pada tahun 2008. Presenter di TV Korut itu mengumumkan Kim Jong-il meninggal karena kondisi fisik dan kelelahan karena kerja.
Korut pun memberlakukan keadaan siaga. Presiden Korsel Lee Myung Bak memerintahkan semua pejabat pemerintah memberlakukan status darurat dan melarang mereka untuk bepergian. Korea Selatan mengatakan militernya siaga atas meninggalnya Kim Jong-il dan Dewan Kemanan Nasional akan mengadakan rapat darurat.
(nwk/vit)










































