"Seorang tentara pemerintah yang mengenakan seragam dan membawa AK47 memerintahkan kami untuk menghentikan mobil, dan tanpa pertanyaan lebih lanjut, dia melepaskan tembakan langsung ke rekan saya," kata saksi mata yang juga seorang wartawan televisi, Zakariye Abdulahi, seperti dikutip dari Reuters, Senin (19/12/2011).
"Kami bergegas membawanya ke rumah sakit, tapi dia meninggal di ruang operasi. Saya tidak bisa mengidentifikasi (si pembunuh), tapi ia berada di antara pasukan pemerintah di ibukota," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, pemerintahan Somalia sudah tidak berfungsi dengan baik selama 20 tahun dan selalu berada dalam keadaan perang sipil. Somalia juga ditetapkan sebagai negara paling berbahaya di Afrika untuk wartawan oleh kelompok hak asasi media, Reporter Without Borders.
(mpr/mpr)











































