Kementerian Intelijen Iran berkata jika mata-mata tersebut mendapatkan pelatihan di markas AS di Afganistan dan Irak, seperti dilansir Reuters, Sabtu (17/12/2011). Mata-mata tersebut diminta untuk memberikan informasi palsu kepada pihak intelijen Iran.
"Agen CIA berkebangsaan Iran ini memulai misinya setelah memerima pelatihan bersenjata. Ia telah diidentifikasi oleh para agen intelijen Iran dan misi mata-matanya pun terungkap," ujar Menteri Intelijen Iran, seperti dikutip oleh stasiun televisi lokal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada bulan November 2011, pejabat dan mantan pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Iran telah sukses mengungkap identitas beberapa informan CIA.
Pada bulan Mei 2011, Iran berhasil menangkap 30 orang yang dicurigai melakukan kegiatan spionase untuk AS. Di Iran, hukuman mati menanti untuk siapa saja yang melakukan aksi mata-mata untuk pihak lain.
(van/van)











































