Layanan MRT di Singapura Beroperasi Lagi

Layanan MRT di Singapura Beroperasi Lagi

- detikNews
Jumat, 16 Des 2011 08:58 WIB
Layanan MRT di Singapura Beroperasi Lagi
Singapura - Setelah sempat rusak, pelayanan Mass Rapid Transit (MRT) di Singapura kembali beroperasi hari ini. Jalur Utara-Selatan, terutama jurusan Marina Bay dengan stasiun Bishan sudah bisa dilalui sejak Kamis (15/12) malam waktu setempat.

Demikian seperti diberitakan oleh Channel News Asia, Jumat (16/12/2011).

Pihak operator SMRT menuturkan gangguan yang terjadi kemarin disebabkan oleh kerusakan rel ketiga di jalur Dhoby Ghaut dan City Hall. Kerusakan rel ini berimbas pada kerusakan rem kampas 4 kereta sehingga keempatnya harus 'diistirahatkan' untuk sementara. Satu kereta di Stasiun Braddell, satu kereta di stasiun Orchard, dan dua kereta di stasiun Dhoby Ghaut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak Kamis (15/12) pukul 21.50 waktu setempat, para teknisi dari pihak operator SMRT berupaya secepat mungkin untuk menangani kerusakan dan memperbaiki rel yang rusak tersebut. Setelah itu, mereka melakukan inspeksi penuh terhadap jalur-jalur MRT tersebut.

Pihak operator SMRT pun meminta maaf kepada seluruh penumpang yang mengalami gangguan dan ketidaknyamanan dalam perjalanan.

Sementara itu, seperti diberitakan Asia One News, jalur MRT bagian utara jurusan Ang Mo Kio-Jurong East dan juga jalur selatan telah beroperasi kembali. Jalur Timur-Barat dan jalur melingkar juga beroperasi normal hari ini.

Petang kemarin, ratusan penumpang di sejumlah stasiun MRT di Singapura telantar karena adanya kerusakan. Bahkan penumpang yang sudah naik ke dalam MRT terpaksa keluar berjalan kaki menuju jalan raya. Saat kerusakan terjadi, lampu sempat mati dan para penumpang kesusahan mencari ventilasi udara. Para penumpang dievakuasi oleh petugas ke luar karena kereta berhenti di tengah jalan.

Akibat insiden ini, banyak penumpang yang terpaksa beralih menggunakan moda transportasi lainnya, seperti bus dan taksi. Ini berarti mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk transportasi pulang. Banyak penumpang yang mengeluhkan hal ini, namun sayangnya mereka tak bisa berbuat apa-apa.

(nvc/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads