"Sejauh ini 143 orang dilaporkan tewas," ujar Pejabat Kesehatan setempat, Shikha Adhikari seperti dilansir Hindustan Times, Kamis (15/12/2011).
Para korban tewas tersebut diketahui mengalami sesak napas karena keracunan zat metil, sejenis zat kima berbahaya. Sebagian besar korban tewas berasal dari desa Usthi, Mandirbazar dan Magrahat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah Sakit Sub-Divisi Diamond Harbour telah disiapkan menjadi pusat perawatan bagi para korban minuman keras oplosan tersebut.
"Secara keseluruhan, ada 327 orang yang dilarikan ke rumah sakit. Sekitar 35 orang diantaranya telah meninggal saat tiba di rumah sakit, sedangkan 68 orang lainnya meninggal di rumah sakit. Kemudian 25 orang lagi meninggal di rumah sakit lain, termasuk rumah sakit di Kalkuta, yang menjadi rujukan," jelas Adhikari.
Tragedi ini terjadi ketika penduduk desa mengkonsumsi minuman keras pada Selasa (13/11) lalu, di tenda dekat Stasiun Kereta Api Sangrampur. Sesaat setelah meneguk minuman keras, warga kemudian mengalami mual dan muntah-muntah. Mereka juga mengeluh sakit perut.
Tragedi ini merupakan salah satu tragedi minuman keras oplosan terburuk yang pernah terjadi di India. Pada tahun 1992 lalu, sekitar 200 orang di Orissa tewas setelah mengkonsumsi minuman keras palsu. Lalu pada tahun 2009, kejadian serupa terjadi di Gujarat dan menewaskan 136 orang.
(nvc/mad)










































