Seorang anggota parlemen yang berasal dari partai Syiah yang juga berasal dari gerakan gerilya mengatakan bahwa menempatkan mata-mata dalam sebuah hubungan diplomatik jelas melanggar hukum internasional.
"Hizbullah menyerukan pemerintah untuk mempertanyakan hal itu pada duta besar AS di Beirut atas agresi ini. Dan meminta menghentikan itu karena melanggar kedaulatan pemerintahan Lebanon," kata Hassan Fadlallah, yang merupakan kepala komunikasi untuk kelompok parlemen Hizbullah, seperti dilansir Reuters, Kamis (15/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai kelompok yang duduk dalam pemerintahan Lebanon, Hizbullah menuduh mata-mata Amerika melakukan penyamaran. Namun Kedubes AS menolak untuk mengomentari tuduhan itu. Akan tetapi jika benar, mereka akan menyoroti hal itu.
Kelompok yang didukung oleh Iran dan Suriah ini mengatakan pada bulan Juni lalu pihaknya telah menemukan dan menangkap tiga mata-mata di mana dua di antaranya adalah hasil perekrutan agen CIA. Para pejabat AS lantas mengakui bahwa hilangnya informan seperti itu merusak pasukan intelijen AS.
Washington menganggap Hizbullah adalah kelompok teroris. Mereka juga menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir dan mensponsori serangan terhadap pasukan AS di Irak.
(lia/vit)










































