Seperti diberitakan Reuters, Kamis (15/12/2011), Obama yang datang ke markas Divisi Airborne ke-82, Fort Bragg, North Carolina, menyebut pihaknya telah berhasil meredakan konflik di Irak.
"Ini adalah prestasi yang luar biasa," kata Obama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah pertanyaan apakah AS harus menginvasi negera-negara Timur Tengah, Obama menyebut para prajurit AS akan meninggalkan dengan kepala tegak ke atas.
"Tentu saja Irak bukanlah tempat yang sempurna. Tapi kita meninggalkan Irak yang berdaulat, stabil dan mandiri, dengan pemerintahan yang dipilih oleh rakyat," katanya.
Pada pekan ini, sekitar 5.500 tentara AS telah meninggalkan Irak, dari 170.000 tentara yang dikirim pendahulunya mantan Presiden George W. Bush setelah serangan 11 September 2001.
Istri Obama, Michelle Obama juga sempat beretorika politik dengan menyebut suaminya berhasil meredakan perang. "Dia menepati janjinya untuk membawa pulang Anda ke rumah," tegasnya.
Direncanakan akhir tahun ini, seluruh pasukan AS yang berada di Irak akan dipulangkan kembali ke AS. Saat ini Amerika Serikat masih memiliki sekitar 39.000 prajurit di Irak.
Berdasarkan data Kementerian Pertahanan AS, sebanyak 4.408 prajurit AS tewas di Irak sejak Maret 2003.
(fiq/mok)











































