"Tindakan kami selanjutnya adalah membongkar mesin pesawat tersebut. Di masa mendatang, kami akan mampu memproduksinya secara massal. Insinyur-insinyur Iran akan segera membuat pesawat yang lebih unggul dari (pesawat) Amerika dengan reverse-engineering (membongkar)," ujar Kepala Parlemen Iran Komisi Keamanan Nasional, Parviz Sorouri seperti dikutip situs televisi Iran dan dilansir AFP, Selasa (14/12/2011).
Sorouri menyatakan, pihaknya telah berada di tahap akhir untuk memecahkan kode rahasia yang ada pada pesawat tersebut. Setelah itu, Iran akan mampu mempelajari teknologi maupun rahasia yang ada di dalamnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditegaskan juga oleh Sorouri bahwa Iran tidak akan bekerjasama dengan negara lain untuk membongkar dan mempelajari pesawat pengintai ini. Menurutnya, kemampuan Iran untuk membongkar pesawat ini tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Kami tidak perlu kerjasama dengan Rusia ataupun China. Mereka tidak akan dilibatkan. Ini kemampuan pertahanan yang diberikan bagi kami, dan kami tidak siap untuk membaginya dengan yang lain. Kami akan menggunakan ini untuk penangkalan. Dan saya ragu bahwa Republik Islam akan membagi teknologi ini dengan negara-negara lainnya," tegas Sorouri.
Pesawat siluman RQ-170 Sentinel tersebut diklaim ditembak jatuh oleh militer Iran pada 4 Desember lalu saat melintas di atas Kota Kashmar, sekitar 225 kilometer dari perbatasan Afghanistan. Pada 6 Desember lalu, dua pejabat AS yang minta dirahasiakan identitasnya, mengakui bahwa pesawat pengintai itu tengah dalam misi badan intelijen AS, CIA.
Presiden AS Barack Obama untuk pertama kalinya telah mengakui bahwa pesawat mata-mata AS berada di tangan Iran. Obama pun meminta pemerintah Iran untuk menyerahkan kembali pesawat tak berawak itu. Namun Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad telah menolak permintaan Obama tersebut.
(nvc/nwk)











































