"Pria ini tergila-gila dengan senjata. Dia mengetahui luar dalam tentang senjata dan selalu bermain dengan senjata di rumahnya," ujar seorang sumber dari kepolisian Belgia, seperti diberitakan oleh Dailymail, Rabu (14/12/2011),
"Dia keluar dari penjara, memiliki banyak senjata dan granat tangan, dan mengamuk," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber di kepolisian Belgia juga menyatakan tas Nordine yang ditemukan berisi penuh dengan granat dan Nordine hanya menggunakan 3 dari granatnya. Nordine merupakan keturunan imigran Afrika Utara.
Nordine juga disebut memiliki ketergantungan terhadap narkoba dan suka melakukan kekerasan seksual. Tak hanya itu, dia juga terkait dengan sejumlah kasus pencurian barang-barang.
"Nordine sudah terkenal dikalangan kami, tetapi tidak pernah terkait dengan kelompok teroris," jelas sumber itu.
Hingga kini, total korban tewas akibat ulah Nordine berjumlah 6 orang. Korban tewas terakhir adalah seorang pria berumur 20 tahun yang tewas di rumah sakit terdekat. Korban lainnya adalah dua remaja berumur 15 dan 17 tahun, seorang nenek berusia 75 tahun, dan seorang bayi berumur 17 bulan.
Nordine menjalani masa hukumannya selama tiga tahun sejak ditahan pada tahun 2008. Sebelum melakukan aksinya, Nordine dijadwalkan melakukan wawancara dengan polisi, tapi Nordine tidak pernah muncul.
Nodine memulai serangan di dekat sebuah halte bus di Place Saint Lambert. Dia lalu melanjutkan serangannya ke area pusat belanja, dan berlanjut ke lokasi pasar tahunan Natal kota, kemudian ke gedung pengadilan utama.
(fiq/vit)










































