Pesawat Siluman Langgar Kedaulatan, Iran Minta Obama Minta Maaf

Pesawat Siluman Langgar Kedaulatan, Iran Minta Obama Minta Maaf

- detikNews
Selasa, 13 Des 2011 18:10 WIB
Pesawat Siluman Langgar Kedaulatan, Iran Minta Obama Minta Maaf
Teheran - Pertikaian soal pesawat pengintai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran tampaknya semakin memanas. Setelah meminta AS untuk membayar kompensasi, kini pemerintah Iran meminta Presiden AS Barack Obama untuk meminta maaf kepada pihaknya karena telah mengirimkan pesawat pengintai tersebut ke wilayah Iran.

Menurut Iran, seharusnya Obama meminta maaf daripada meminta agar pesawat pengintai tersebut dikembalikan ke AS.

"Tampaknya (Obama) telah lupa bahwa kedaulatan udara Iran telah dilanggar, sebuah operasi mata-mata telah dilakukan dan hukum internasional telah dinjak-injak," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast dalam sebuah konferensi pers dan diberitakan oleh Reuters, Selasa (13/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Senin (12/12), melalui sebuah konferensi pers, Obama telah meminta langsung kepada pemerintah Iran agar mengembalikan pesawat pengintai AS yang mereka tembak jatuh. Mehmanparast menilai, sikap Obama tersebut kurang tepat.

"Bukannya menyatakan permintaan maaf resmi atas pelanggaran yang mereka lakukan, ia malah mengajukan permintaan seperti itu. Amerika harus tahu bahwa pelanggaran atas kedaulatan udara Iran bisa membahayakan perdamaian dan keamanan dunia," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi mengungkapkan pernyataan senada dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang menyebut bahwa pesawat pengintai tersebut telah menjadi 'milik' Iran.

"Pesawat pengintai AS kini menjadi milik Republik Islam Iran. Kami yang akan memutuskan apa yang akan dilakukan dengan pesawat ini," ucap Vahidi kepada kantor berita IRNA.

Sebelumnya, pesawat siluman jenis RQ-170 Sentinel diklaim ditembak jatuh oleh militer Iran pada 4 Desember lalu saat melintas di atas Kota Kashmar, sekitar 225 kilometer dari perbatasan Afghanistan. Pada 6 Desember lalu, dua pejabat AS yang minta dirahasiakan identitasnya, mengakui bahwa pesawat pengintai itu tengah dalam misi badan intelijen AS, CIA.

Presiden AS Barack Obama untuk pertama kalinya telah mengakui bahwa pesawat mata-mata AS berada di tangan Iran. Obama pun meminta pemerintah Iran untuk menyerahkan kembali pesawat tak berawak itu. Namun Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad telah menolak permintaan Obama tersebut.

Pertikaian soal pesawat pengintai ini semakin menambah ketegangan antara Iran dengan negara-negara Barat, yang menuduh Iran tengah berusaha mengembangkan senjata nuklir. Padahal pemerintah Iran telah terang-terangan membantahnya.


(nvc/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads