Cheney: AS Harusnya Serang Iran Untuk Hancurkan Pesawat Siluman

Cheney: AS Harusnya Serang Iran Untuk Hancurkan Pesawat Siluman

- detikNews
Selasa, 13 Des 2011 10:26 WIB
Cheney: AS Harusnya Serang Iran Untuk Hancurkan Pesawat Siluman
Washington - Mantan wakil presiden Amerika Serikat Dick Cheney mengkritik Presiden Barack Obama terkait jatuhnya pesawat mata-mata AS ke tangan Iran. Dicetuskan Cheney, Obama seharusnya memerintahkan serangan udara untuk secepatnya menghancurkan pesawat siluman canggih yang jatuh di wilayah Iran baru-baru ini.

"Respons yang benar untuk itu seharusnya adalah dengan masuk ke sana secepatnya begitu pesawat itu jatuh dan menghancurkannya," kata Cheney dalam wawancara dengan CNN seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (13/12/2011).

"Kita bisa melakukan itu dari udara. Kita bisa melakukannya dengan serangan udara yang cepat. Sehinggga akan mustahil bagi mereka untuk mendapatkan keuntungan dari penyitaan pesawat tak berawak itu," tandas Cheney.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dicetuskan Cheney yang dikenal sebagai pengkritik Obama yang vokal, Obama telah diberitahu mengenai tiga kemungkinan tindakan yang bisa diambil namun dia menolak itu semua.

"Saya diberitahu bahwa presiden punya tiga opsi. Dia menolak itu semua," kata Cheney tanpa bersedia menjelaskan lebih jauh.

Cheney mengkritik cara yang dipilih Obama dalam menangani kasus ini. "Namun dia tidak mengambil satu pun opsi-opsi itu. Dia dengan sopan meminta mereka untuk mengembalikannya dan mereka tidak akan melakukannya," cetus Cheney.

Pejabat-pejabat AS mengatakan, pesawat RQ-170 Sentinel yang dirancang untuk menghindar dari radar itu, tengah dalam misi CIA ketika hilang beberapa hari lalu. Iran awalnya mengklaim telah menembak jatuh pesawat tak berawak tersebut. Namun kemudian Iran mengklaim bahwa militernya berhasil meretas sistem kendali penerbangan pesawat tersebut.

Presiden Obama pun untuk pertama kalinya telah mengakui bahwa pesawat tanpa awak AS berada di tangan Iran. Obama pun telah meminta pemerintah Iran untuk mengembalikan pesawat canggih tersebut.
(ita/vit)


Berita Terkait