Demikian disampaikan pejabat keamanan senior Libanon kepada AFP, Senin (12/12/2011). Roket Katyusha itu ditembakkan dari wilayah Bent Jbail dan terjatuh di Desa Hula yang terletak di dekat perbatasan Israel.
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang memuncak di Libanon akibat pemberontakan di negara tetangganya, Suriah yang sudah 9 bulan berlangsung dan semakin memanas. Muncul kekhawatiran dari pemerintah Libanon bahwa apa yang terjadi di Suriah akan menular ke masyarakat Libanon.
Wilayah perbatasan Libanon dan Israel memang dikenal tak pernah sepi dari serangan. Pada 29 November lalu, serangkaian serangan roket ditembakkan dari wilayah perbatasan menuju ke wilayah Israel. Serangan ini memicu serangan balasan dari Israel. Namun, untungnya tidak ada korban jiwa dari kedua negara.
Sedangkan minggu lalu, sebuah bom meledak di tengah jalan di Kota Tyre dan melukai 5 tentara asal Perancis yang merupakan anggota pasukan penjaga perdamaian PBB di Libanon.
Pemerintah Perancis dan oposisi di Libanon menyalahkan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad atas serangan terhadap pasukan perdamaian PBB tersebut. Menurut mereka, serangan tersebut didukung oleh Hizbullah yang bersekutu dengan pemerintah Suriah.
(nvc/ita)











































