"Kami berhasil mengidentifikasi, menjinakkan, dan mengamankan lebih dari 5.000 buah MANPADS (Man-Portable Air Defence Systems), sedangkan ribuan lainnya telah dihancurkan selama pemboman NATO," ujar asisten Sekretaris Negara Urusan Politik dan Militer, Andrew Shapiro kepada wartawan dan dilansir oleh kantor berita AFP, Senin (12/12/2011).
Dari ribuan rudal yang berhasil diamankan tersebut, sekitar belasan di antaranya dijinakkan di sepanjang pantai di desa Sidi Bin Nur, Tripoli sebelah timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut informasi dari badan antiterorisme Uni Eropa, jaringan Al-Qaeda cabang Afrika Utara telah mendapatkan sejumlah persediaan senjata dari Libya, termasuk rudal udara. Hal ini tentu dinilai mengancam jalur udara di wilayah tersebut.
Sebelum pemberontakan pecah di Libya, Khadafi sendiri diketahui memiliki 20 ribu rudal yang siap diluncurkan. "Kami bekerja berdampingan dengan NTC (Dewan Transisi Nasional Libya) untuk mengurangi ancaman yang ditimbulkan oleh senjata-senjata yang hilang," ucap Shapiro.
Meski sudah berhasil mengamankan ribuan rudal, Shapiro menuturkan, tim masih berusaha mencari lagi rudal maupun senjata peninggalan Khadafi lainnya yang masih tak diketahui keberadaannya.
Di bawah kepemimpinan Khadafi, Libya diketahui sebagai negara dengan persediaan rudal jenis MANPADS terbesar. Rudal-rudal yang diproduksi oleh negara lain, seperti Rusia dan Pakistan, diperoleh Libya pada tahun 1970-an dan 1980-an.
(nvc/ita)











































