"Secara keseluruhan, ada 90 jenazah yang telah dikeluarkan dari rumah sakit. 88 dari jenazah tersebut telah diidentifikasi dan diserahkan ke keluarga," kata Damayanti Sen, komisioner kepolisian Kolkata seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (10/12/2011).
Sen ditunjuk untuk memimpin tim yang ditugasi menyelidiki tragedi yang terjadi pada Jumat, 9 Desember dini hari waktu setempat itu. Kebakaran itu terjadi saat sebagian besar pasien rumah sakit swasta itu sedang lelap tertidur.
Dikatakan Sen, semua korban tewas karena menghirup asap beracun yang dengan cepat memenuhi bangsal-bangsal RS setelah api berkobar. Dari para korban tewas, seluruhnya adalah pasien kecuali 4 di antaranya merupakan staf RS.
Penyelidikan awal menunjukkan api kemungkinan mulai berkobar akibat hubungan arus pendek di lantai bawah tanah. Tempat itu digunakan untuk menyimpan tabung-tabung oksigen, pipa plastik, bahan-bahan kimia dan alat-alat medis.
Para petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan untuk tiba di lokasi karena harus melalui jalan-jalan sempit. Atas kejadian ini, enam petinggi perusahaan pemilik RS tersebut ditahan. Perdana Menteri India Manmohan Singh telah menyatakan kaget dan sedih atas banyaknya korban jiwa dalam kejadian itu.
(ita/ita)











































