Dikatakan Newt Gingrich, capres unggulan Republik, dirinya akan menggunakan "kemampuan rahasia" untuk mengupayakan pergantian rezim di Teheran, Iran.
"Mereka cuma punya satu kilang minyak yang sangat, sangat besar. Saya akan fokus ke bagaimana diam-diam mensabotase itu setiap hari," cetus mantan ketua DPR AS itu di depan Koalisi Yahudi Republik seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (8/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gingrich juga mengatakan, kebijakan AS terhadap Suriah adalah untuk mengganti Presiden Bashar al-Assad dan "melakukan semua yang kita bisa, secara langsung dan diam-diam -- namun tanpa pasukan Amerika -- guna membantu oposisi menggulingkan pemerintahannya."
Sebelumnya, dalam acara debat 12 November lalu, Gingrich juga mengusulkan agar pemerintah AS membunuh para ilmuwan nuklir Iran dan mengganggu program nuklir Iran secara diam-diam.
Hal senada disampaikan capres Republik lainnya, Mitt Romney. Mantan gubernur Massachusetts itu mendesak Washington untuk diam-diam membantu para pembelot di Iran.
"Kita juga harus memiliki aktivitas rahasia dan terbuka untuk mendorong suara-suara perlawanan dari dalam negeri itu. Pada akhirnya, perubahan rezim adalah yang dibutuhkan dalam keadaan itu," tutur Romney.
Romney pun mengusulkan operasi rahasia untuk menggulingkan rezim Assad. "Inilah waktunya bagi kita untuk bukan cuma menggunakan sanksi-sanksi, namun juga aksi rahasia dalam Suriah untuk mengupayakan perubahan rezim di sana," ujar Romney yang kini berada di peringkat kedua setelah Gingrich dalam polling-polling capres Republik.
Kandidat Republik lainnya, Rick Perry juga telah mencetuskan hal senada. Dalam acara debat pada 22 November lalu, mantan gubernur Texas itu mengatakan bahwa Washington punya banyak cara untuk menekan rezim Assad, yakni secara terbuka, rahasia maupun dengan sanksi ekonomi.
(ita/vit)











































