Seperti diberitakan AFP, Rabu (7/12/2011), pihak pemerintah Iran telah menyuarakan kemarahannya tentang kedutaan virtual tersebut. Mereka menuduh AS berusaha campur tangan di Iran setelah Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, mengumumkan rencana proyek itu di bulan Oktober lalu.
Kedutaan besar virtual itu beralamat di http://iran.usembassy.gov/. Dalam website tersebut, ditawarkan tentang pernyataan kebijakan pemerintah AS dalam bahasa Persia dan Inggris. Informasi visa, berita tentang AS yang didanai Voice of America (VoA) dan link ke beberapa sosial media tersedia dalam website tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena AS dan Iran tidak punya hubungan diplomatik, kami telah kehilangan beberapa kesempatan penting untuk berdialog dengan Anda, warga Iran," kata Hillary dalam pesan video.
"Tapi hari ini kita dapat menggunakan teknologi baru untuk menjembatani kesenjangan itu dan mempromosikan pemahaman yang lebih besar antara kedua negara kita, dan orang-orang dari setiap negara. Itulah mengapa kami mendirikan kedutaan virtual ini," jelasnya.
Pejabat Kementerian Luar Negeri AS, Wendy Sherman, mengatakan AS sedang mencari dialog dengan warga Iran walaupun ada perbedaan yang sangat kuat dengan pemerintah Iran. "Rezim telah mencoba untuk mengganggu handphone, media internet dan media sosial," katanya.
Kedutaan virtual akan memungkinkan warga Iran untuk memulai aplikasi visa ke Amerika Serikat. Tetapi warga Iran harus pergi ke luar negeri seperti Turki atau Uni Emirat Arab untuk mengambil visanya.
(fiq/vit)











































