Seperti diberitakan ABC News, Rabu (7/12/2011), juru bicara Departemen Luar Negeri AS Mark Toner menjelaskan, Ford akan melanjutkan kembali pekerjaannya setelah meninggalkan negara itu karena masalah keamanan pada bulan Oktober lalu.
"Menyampaikan pesan AS kepada rakyat Suriah, memberikan laporan yang dapat diandalkan tentang situasi di lapangan dan terlibat penuh dengan masyarakat Suriah tentang bagaimana cara untuk mengakhiri pertumpahan darah dan mencapai transisi politik secara damai," ujar Toner.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat pemanggilan pulang Ford pada bulan Oktober lalu, secara terbuka dia berbicara melawan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Ford pernah dilempari telur dan tomat ketika ia mengunjungi seorang pembelot Suriah pada akhir September lalu.
(fiq/ita)











































