Dalam wawancara dengan wartawan ABC News Barbara Walters, Assad membela dirinya dari kecaman global atas penindasan yang dilakukan aparat Suriah terhadap para demonstran antipemerintah. Menurut PBB, sekitar 4.000 orang telah tewas selama 9 bulan konflik di negeri itu.
"Saya presiden tapi saya bukan pemilik negara jadi mereka bukan pasukan saya," cetus Assad seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (7/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas jawaban Assad tersebut, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Mark Toner bereaksi dengan mengatakan bahwa Assad memiliki beberapa peluang untuk menghentikan kekerasan.
"Saya merasa hal itu menggelikan bahwa dia mencoba untuk bersembunyi dan mengklaim dia tidak memiliki wewenang atas negerinya sendiri," jelasnya.
Sejauh ini belum ada tanda-tanda Assad akan mengundurkan diri dari jabatannya sesuai tuntutan para demonstran. Sejumlah pemimpin dunia pun terang-terangan mendesak Assad untuk mundur guna menyelesaikan konflik negeri itu.
(fiq/ita)











































