Seperti diberitakan Reuters, Rabu (7/12/2011), foto tersebut sebagai salah satu dari kampanye kontroversial yang dilakukan perusahaan mode Italia. Dalam iklan itu, para pemimpin politik dan agama saling berciuman di bibir.
Pihak Vatikan mengatakan akan mengambil tindakan hukum atas gambar Paus Benediktus XVI yang sedang mencium seorang imam muslim. Tapi Chavez malah menganggap hal itu sebagai lelucon.
"Saya tidak pernah melihat ini? Bagaimana Obama terlihat di sana? Dengan mata tertutup! Sepertinya dia terinspirasi!" kata Chavez bercanda ketika ditanya oleh wartawan tentang gambaran dirinya dengan pemimpin AS tersebut.
"Tapi itu hanya kecupan, sungguh, hanya kecupan. Mereka bercanda dengan saya sepanjang waktu, tapi saya tidak melakukan apa-apa. Itu adalah lelucon yang bagus, " tuturnya.
Chaves bahkan bergurau bahwa dirinya berharap akan mendapatkan sesuatu dari iklan tersebut. "Mereka bahkan tidak mengirimkan saya dasi? Saya berharap mendapatkan dasi untuk Natal nanti. Ini strategi publisitas, saya memuji kreativitas mereka," katanya.
Pihak Benetton menyatakan bahwa maksud iklan mereka secara eksklusif adalah untuk melawan budaya kebencian dalam setiap bentuk. Namun mereka tetap memutuskan untuk menarik gambar Paus.
(fiq/ita)











































