Seperti diberitakan smh.com, Rabu (7/12/2011), pohon setinggi 30 meter tersebut menjadi simbol ketahanan negari Sakura. Tetapi para pegiat lingkungan menyimpulkan bahwa upaya menyelamatkan pohon tersebut akan sia-sia karena air laut telah menyebabkan akar pohon tersebut membusuk.
Kelompok-kelompok sipil telah mencoba untuk menyelamatkan pohon dengan menggunakan berbagai strategi, termasuk menggunakan seng pelindung dan memompa air laut keluar dari tanah.
Pemimpin kelompok penyelamat pohon tersebut, Yoshihisa Suzuki mengatakan pohon itu telah mendorong kita untuk tetap hidup secara positif.
"Saya sangat menyesal kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menyelamatkannya," terangnya.
(fiq/mad)











































