Dua kota yang menjadi sasaran serangan bom kali ini adalah ibukota Kabul dan kota di sebelah utara Mazar-i-Sharif.
Serangan ke kota Kabul ini merupakan serangan yang paling mematikan di era Presiden Hamid Karzai, dan ini merupakan kali pertama serangan terjadi pada saat perayaan hari besar keagamaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh korban yang meninggal adalah umat Muslim Syiah. Mereka terbunuh saat sedang berjalan kaki menuju Masjid untuk melakukan ritual ratapan, sebuah ritual yang wajib dilakukan dalam hari raya Asyura.
"Semua yang meninggal adalah merupakan orang Syiah. Mereka semua sedang akan melakukan salah satu ritual dalam hari Asyura," ujar Juru Bicara Provinsi Kabul, Munir Ahmad Farhad.
Taliban menolak dikatakan sebaai pihak yang bertanggung jawab. Mereka malah menuding, pasukan asing yang beraada di Afghanistan sebagai dalang dibalik semua kerusuhan tersebut.
Sementara itu pihak NATO sendiri melalui komandan lapangannya, Jenderal John Allen menolak untuk menanggapi secara langsung. Namun ia menyatakan itu merupakan sebuah serangan yang sangat keji. "Ini merupakan sebuah serangan terhadap Islam sendiri," tegasnya.
Hari raya Asyura sendiri merupakan hari di mana Imam Hussein, yang juga merupakan cucu Nabi Muhammad SAW dibunuh di kota Karbala pada 680 M. Kematian ini yang menjadi awal mula munculnya gerakan Islam Syiah.
(mad/mad)











































